Puasa Syawal Tidak Berurutan? Bolehkah? Ini Jawabannya

Foto. Repro CNN Indonesia.com

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan? Pertanyaan ini nyaris menjadi “tradisi” menahun yang setiap kali datang dari sebagian umat muslim, khususnya bai sebagian muslim yang ingin menjalankan puasa syawal. simak penjelasannya.


JAKARTA | KabarSumatera.Com — Puasa Syawal menjadi salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Syawal. Namun, apakan boleh puasa Syawal tidak berurutan?
Selepas puasa Ramadhan, umat Islam dianjurkan menunaikan puasa Syawal yang dimulai pada 2 Syawal atau sehari setelah Idulfitri.

Seperti puasa Ramadhan, orang menahan hawa nafsu mulai dari terbit matahari sampai mahatari terbenam selama enam hari. Puasa Syawal dilakukan selama enam hari atau 2-7 Syawal.

Bolehkah puasa Syawal tidak berurutan?
Puasa Syawal boleh dilakukan berurutan atau selama enam hari berturut-turut dan boleh dilakukan di tanggal-tanggal yang dipilih di bulan Syawal meski tidak berurutan.

Amalan ini seperti yang disabdakan Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Ayyub Al Anshari.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Puasa Syawal pun harus diiringi dengan lafal niat. Berikut bacaan niat puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya:”Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Pertanyaan bolehkan puasa Syawal tidak berurutan? Jawabannya boleh, asal tetap dilakukan di bulan Syawal.

TEKS / FOTO : CNN INDONESIA.COM (els/chri)

Admin

Media Online From Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *