Jelang Festival, Fortass Tinjau Latihan Teater Mentari Mandiri SMAN I Indralaya Utara

(foto dari kiri) – Rusnani Dewi, S.Pd, Pembina Teater sekaligus Kepala Perpustakaan SMA Negeri I Unggulan Indralaya Utara, Sekretaris Umum, Imron Supriyadi, S. Ag, M. Hum dan Ketua Umum Fortass, Yosep Suterisno, SE secara langsung melakukan lawatan ke SMA Negeri I Unggulan Indralaya Utara, sekaligus memberi arahan materi dasar teater bagi Teater Mentari Mandiri (TMM).

INDRALAYA | KabarSumatera.Com – Festival dan Anugerah Teater Sekolah se-Sumsel 2023 yang akan memperebutkan Piala dan Tropy Gubernur Sumsel baru akan digelar awal Maret 2023.

Namun sejumlah teater sekolah di Sumsel hingga hari ini, (Kamis, 19 januari 2023), sudah melakukan latihan guna mempersiapkan diri dalam kompetisi yang baru kali pertama digelar di Indonesia.

Diantara teater yang kian giat melakukan latihan ini, satu diantaranya Teater Mentari Mandiri, SMAN I Unggulan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel. Hal ini terlihat ketika Forum Teater Sekolah Sumsel (Fortass), meninjau dan melatih dasar teater di Sekolah yang kini dipimpin Drs. Thohir Hamidi, M.Si.

TEATER MENTARI MANDIRI – Suasana Latihan Teater Mentari Mandiri (TMM) SMAN I Unggulan Indralaya Utara, saat Tim Fortass mengunjungi di sekolah itu. Tampak Yosep Suterisno, SE, Ketua Fortass sedang memberi materi dasar teater di hadapan personil TMM. (Foto.Dok.TMM)

Ketua Umum Fortass, Yosep Suterisno, SE dan Sekretaris Umum, Imron Supriyadi, S. Ag, M. Hum secara langsung melakukan lawatan ke SMA Negeri I Unggulan Indralaya Utara, sekaligus memberi arahan materi dasar teater bagi Teater Mentari Mandiri (TMM).

Di bawah binaan Rusnani Dewi, S.Pd, Pembina Teater sekaligus Kepala Perpustakaan SMA Negeri I Unggulan Indralaya Utara, TMM siap ikut serta dalam perhelatan akbar dalam bidang teater yang memperebutkan piala dan tropy Gubernur Sumsel di Palembang, awal Maret 2023.

Yosep menilai, personil TMM di SMAN I Unggulan Indralaya Utara sangat berpotensi untuk memenangi kompetisi ini, selagi semua anggota tim melakukan latihan secara serius. “Hasil itu efek dari proses. Kalau prosesnya dalam bentuk latihannya serius, Insya Allah hasil takkan menghianati proses,” tegas Yosep.

Suasana Latihan Teater Mentari Mandiri (TMM) SMAN I Unggulan Indralaya Utara, saat Tim Fortass mengunjungi di sekolah itu. Tampak Yosep Suterisno, SE, Ketua Fortass sedang memberi materi dasar teater di hadapan personil TMM. (Foto.Dok.TMM)

Terhadap pemahaman dasar teater yang belum maksimal, menurut jebolan Teater Sembade era 80-an di Muaraenim ini, hal itu akan menguat dengan sendirinya melalui proses latihan.

“Penguasaan dasar teater itu penting. Tetapi proses latihan yang dilakukan secara rutin itu lebih penting, meskipun pengetahuan dan pemahaman kita masih minim. Dari latihan inilah, setiap personil akan makin tahu, bagaimana bloking, akting dan hukum pangung yang semestinya dilakukan. Tanpa latihan rutin, teori hanya akan jadi teaori yang tidak akan melahirkan karya,” tegasnya saat memberi arahan pada personil TMM, Sabtu (19 Janurai 2023).

Beiring dengan itu, Rusnani Dewi, S.Pd, sebagai pembina TMM sangat berharap agar Fortass dapat mendampingi tim-nya dalam proses latihan, hingga personilnya bisa tampil maksimal dalam festival tersebut.

“Kami berharap, Fortass bisa membantu kami dalam latihan dasar dan persiapan kami untuk ikut dalam festival ini, sehingga anak-anak kami bisa tampil maksimal,” ujarnya.

Meski belum dipilih para pemainnya, Yosep meminta kepada pembina teater di TMM untuk memaksimalkan reading naskah. Tujuannya agar masing-masing personil memahami alur cerita yang akan dimainkan.

“Maksimalkan dulu readingnya, baru nanti kita akan casting, siapa dan berperan apa. Semua akan main. Bagi yang tidak tampil di panggung bisa back up di tata rias, tata busana, make-up. Jadi ini kerja tim, jangan berkecil hati kalau tidak terpilih jadi pemain. Sebab ruang lainnya ada sebelas katagori yang dipertandingkan, itu yang harus kalian rebut, terutama tropy bergilir gubernur harus bisa dibawa ke sekolah ini!” ujar alumnus Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), yang ditingkahi dengan tepuk riuh personil TMM.

Guna memberi gambaran dasar reading naskah, Fortass kemudian memberi dua naskah drama panggung karya Imron Supriyadi; legenda “Dayang Rindu” dan lakon “Pulau Terakhir” yang sudah ditulis sejak tahun 2004. Kedua naskah itu, kemudian dibaca, sebagai pemanasan awal dalam proses latihan dasar bagi personil TMM di SMAN I Unggulan Indralaya Utara.

TEKS / FOTO : TIM HUMAS FORTASS

Admin

Media Online From Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *